bintanghidupmu

bintanghidupmu

Senin, 07 Februari 2011

17 Menit 18 Detik

Kucoba tetap meraih asa yang sempat terkikis

Pudar dan hampa karena suatu kesalahan

Bukan maksud hati menjadikannya sebuah tangis

Berharap semuanya yang sudah terjadi berbuah pelajaran


Bimbang, takut serta kehilangan arah tujuan

Kata maaf..mengalir dari lubuk hati yang paling dalam

Masih adakah kesempatan 'tuk kembali berjuang

'tuk masuk dan menata kembali puing yang berserakan



TUHAN , mohon ampun karna Engkau ku jadikan tumpuan

Disaat rasa syukur dan hormat itu hilang

Dan pada akhirnyalah Kau satu-satunya jalan

Di dalam perjalanan hidup yang penuh kesedihan dan kesesakan



Di setiap hembusan nafasku Engkau ada....

Di setiap kedipan mataku Engkau hadir...

Di setiap tidur malamku Engkau jaga...

Hingga cahaya-Mu kembali 'tuk bersinar


* hamba-Mu yang penuh dosa *


Denpasar, BALI 2009


*Laksmana

looK aT thE sky

Tiada

pernah hati ini tuk lepas dan melupakan

Tanpa sadar kau tetap tak beranjak meninggalkan

Ketika kayuh ini semakin cepat berputar

Kelak perahu hati pasti kan bersandar


Jejak-jejak tipis di aspal

Debu-debu yang masih tertinggal dalam ingatan

Tak kan mungkin dilupakan

Sekalipun langkah kecil itu melintasi bukit terjal


Ucap kata tuk berubah memang mudah disenandungkan...

Sandiwaraelok kehidupan jangan pernah kau tawarkan...

...m u a k aku dengan semua hal itu...

berharap sgalanya cepat berlalu..fiuuhhh "


Seorang sahabat yang tersakiti karena dusta dan ketidak jujuran

Tak kan cepat begitu saja melepaskan amarah dan dendam

Tapi rasa sayang yang semakin dalam

Mencoba menggapai dan meraih dalam hangat pelukan


Sungguh apa yang tlah di rencanakan-Nya sempurna

Tak ada yang mampu merubah sedemikian rupa tanpa kehendak-Nya



Kuta, BALI 2009


*Laksmana

Luka Yang Sempurna

pernah..cinta itu kuselipkan

pada dinding-dindingku yang retak,

pilar-pilar yang merapuh,

jejak-jejak rindu yang selalu menunggu di halaman rumahmu,

juga pada bintang-bintang yang kutabur di awanmu,

titik-titik gerimis yang singgah di jendelamu,

dan angin yang menelusup ke sudut malammu.



tapi kini..


bayang di hadapan hanya terdiam

saat mulai kurobek dada dan jelajahinya


kemana hati?

karena yang kutemui

hanya bercak-bercak darah yang telah mengerak

berserak...

kucari dan kucari di antara nadi-nadi menggelepar

tapi yang ada cuma rongga kosong diam terkapar


entah

akankah kutapakkan jiwa pada bumi

atau sembunyikan saja raga di rahimnya?



BALI 2009

*Laksmana

ku tak mau berubah...

Di dalam himpitan....di tengah kesesakan hati....Akhirnya aku bisa sedikit

bernafas lega.

keinginan perasaan yang begitu kuat bisa kupatahkan.


bukan maksud hati tuk tinggalkan, tapi ada sesuatu hal yang ingin tetap ku

pertahankan dari awal.

dimana semuanya yang sebelumnya berat dan keras, kini terasa ringan dan indah.


ku tarik nafas, kutahan sejenak, dan ku hempaskan dengan akhir sebuah

senyuman.

beban itu kini semakin berkurang dan berkurang..


Engkau yang selama ini ku tinggal dan kulupakan

Engkau yang sering kali aku lukai dan ku sakiti


perbaharui hati dan jaga tiap langkah ini

hingga kelak hanya Engkau sajalah yang ku cari


terima kasih buat kasih dan pelukanMu

Engkau hadir di kala ku sedih, sendiri, dan tersudut

sampai air mata ini tak mengalir meskipun hati dan perasaan ini telah

tercabik oleh

perjalanan hidup.


ku ingin, ku tetep seperti ini

ku mau, ku tak berubah untukMu

dan aku tahu, Engkau tahu hatiku yang terdalam


aku bernafas dan aku hidup ini semua karna berkat dan kasih karuniaMu.


tengkyu Lord..tengkyu Sang pangeranku.



November'09
Kuta, BALI

..mengejar mimpi.

Goresan tipis di keningmu yang lebih sering menyipit oleh suatu hal yang kadang belum bisa aku mengerti arti dari semua itu..
Di kala pandangan mata itu menatap sgala sesuatunya tanpa ada kejelasan yang pasti,ku coba tuk pandangi kedua mata indah itu dengan harap pasti..
Langkah langkah ini terasa berat saat ku harus tinggalkanmu,hanya cium dan belai mesra yang kutitipkan tuk sementara..
Kelak smua harap dan cita yang pernah ada pasti kan terwujud,Sang pangeranku tak kan tinggalkanku hingga hari itu akan tiba..
Janganlah ragu dan bimbang kekasihku,hingga gundah dihatimu..perjalanan ini dan nanti.

Jakarta, agustus 2009

* laksmana

Rintik rintik rinai

tetes air menyentuh hati yang retak oleh keringnya suasana hati dan gundah yang tak pasti kapan akan hilang,

butir butir hujan jatuh setelah menempuh jarak yang panjang sekedar untuk mengucap salam...

rintik telah memenuhi seluruh raga,dingin mulai menemani tubuh yang lemah ini..

ada kalanya rintik tak seindah rintik yang pernah aku lalui di masa yang lalu..

waktu tak pernah berhenti, dan hati selalu berubah, hanya satu yang tak berubah di manapun tempat , waktu dan hati ini berasa,,

rintik tetaplah rintik yang kelak akan menjadi rintik rintik rinai dan akan memberi hujan kepada setiap hati yang merasakan retak dalam kehidupan hati dan gundah jiwa..


Ubud, Bali 2008

Jika Dia berkehendak

cinta butuh pengorbanan hati, dan cinta tidak butuh waktu yang sesaat untuk mengerti, belajar dan memahami..mudah memang untuk menulis atau mengucapkannya...kenyataan ketika di jalankan, tak elaknya beberapa orang yang benar2 teruji yang bisa melewatinya.

jadi ingat sebuah percakapan kecil seorang teman, cinta itu ibaratnya seperti ketika kita di bangku sekolah Dri, cinta itu harus banyak bertanya, hal kecil apapun yang belum kita tahu, harus kita tanyakan, dan ketiak semua pertanyaan itu sudah terjawab dan kita merasa sudah cukup dengan jawabanya, ada saatnya kita akan menghadapi sebuah " ujian " dan itu dalam beberapa kurun waktu akan terus menerus di uji, sehinga kita bisa naik ke kelas selanjutnya, singkatnya naik level :D kayak maen game aja ya...naek level :)

tapi jika dipikir, hal itu ada benernya lho...apakah hubungan yang telah kalian jalani ini kalian telah " naik kelas?" dan apakah hasil yang kita dapat sudah layak untuk kita bagikan dengan pasangan kita..???heheheh...jangan diambil serius yaa...ini hanya sekedar pemikiran kecil untuk melewatkan malam...

nai2 all...

semarang, penghujung tahun 2010

Laksmana