tetes air menyentuh hati yang retak oleh keringnya suasana hati dan gundah yang tak pasti kapan akan hilang,
butir butir hujan jatuh setelah menempuh jarak yang panjang sekedar untuk mengucap salam...
rintik telah memenuhi seluruh raga,dingin mulai menemani tubuh yang lemah ini..
ada kalanya rintik tak seindah rintik yang pernah aku lalui di masa yang lalu..
waktu tak pernah berhenti, dan hati selalu berubah, hanya satu yang tak berubah di manapun tempat , waktu dan hati ini berasa,,
rintik tetaplah rintik yang kelak akan menjadi rintik rintik rinai dan akan memberi hujan kepada setiap hati yang merasakan retak dalam kehidupan hati dan gundah jiwa..
Ubud, Bali 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar