bintanghidupmu

bintanghidupmu

Rabu, 21 Juli 2010

arem arem, putu ayu, donat, dan es lilin

...waktu liat arem-arem dan jajanan yang lain kayak putu ayu dan


sekelasnya di fesbuk jadi teringat waktu masih sekolah di sekolah


dasar dulu ikk.."



waktu aku sekolah dasar dulu, aku sekolah di SD swasta milik


Yayasan Kristen, dan kalo berangkat sekolah musti naik angkot


kurang lebih 15 menit dari rumah. Kebetulan juga nyokap ( ibuku )


ngajar di sebuah SD inpres yang tak jauh dari rumah, jadi klo aku


mau berangkat sekolah pasti aku melewati sekolahan tempat nyokap


ngajar.



waktu SD, jam 7 kurang seperempat aku harus sudah ada di


sekolahan, sedangkan nyokap mulai ngajar jam tujuh pagi, mau tidak


mau pasti aku yang berangkat duluan ke sekolah. Apalagi kalau pas


hari senin, jam 6 pagi aku sudah siap buat berangkat.


Ketika aku mau berangkat, ibu pasti sudah mempersenjatai aku


dengan logistik berupa arem-arem, kadang-kadang putu ayu dan


donat dalam bungkusan plastik kresek besar. Kadang kalau hari


tertentu ibu menyuruhku membawa dua buah termos es lilin.


Dan herannya, semuanya itu sudah siap sebelum jam aku dan kakak-


kakakku bangun pagi untuk bersekolah, padahal ibuku juga


mempersiapkan segala keperluan keluarga setiap harinya. Belum juga


persiapan mengajar di sekolah ibuku sendiri.


Kesemua logistik yang ibu berikan ke aku itu bukan untuk kebutuhan


aku semata, melainkan untuk aku bawakan dari rumah ke kantin di


sekolahan ibuku. Aku keluar dari rumah bawa tas sekolahku dan dua


tanganku membawa dua bungkus tas plastik kresek besar yang isinya


arem-arem dan putu ayu, atau kadang-kadang salah satunya berisi


donat.


Kalaupun ada arem-arem atau donat lebih buatan ibu, bisa aku bawa


satu atau dua buah untuk bekal aku ke sekolah.


di hari hari tertentu, aku lupa jadwal hari pastinya, yang aku inget sih


kayaknya pas hari itu tuh kelas yang di pegang sama ibuku pas ada


jadwal olah raga. pada saat hari ini aku bukan lagi membawa arem-


arem, putu ayu, ataupun donat. Tapi aku membawa dua buah termos


es lilin yang termos satu berisi es rasa rujak dan termos yang satunya


berisi es lilin buah.



Seperti hari-hari berikutnya, semuanya itu aku bawakan ke kantin di


sekolahan tempat ibuku mengajar.


Dalam hati pernah juga aku menyesal, dimana pada salah satu hari


pada saat ibuku menyuruhku membawakan logistik itu ke kantin


sekolahnya, aku menolak untuk membawakanya. Ihh..betapa jahatnya


aku pada saat itu...!


Aku yakin, ibuku pasti memaklumi dan memaafkan kebandelanku


pada hari-hari aku menolak sebagian kecil dari permintaannya pada


pagi itu.



tetapi dengan berlalunya waktu, hari, dan tahun.. Aku sadar itu semua


ibu lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Seberapa


besar sih gaji dari seorang Guru?



Dengan biaya hidup yang semakin banyak, tambal sulam pasti sudah


sering ibuku lakukan, dan aku tak mengetahuinya..Hebat bukan?


yang aku tahu pada saat itu, disaat aku menegadahkan tanganku, disaat


ku meminta sesuatu, ibuku pasti mewujudkannya..( dengan catatan


sebatas jajan saja lho).


arem-arem aku rindu padamu..

putu ayu aku kangen sama kamu

Donat-donatku, aku sayang padammu

termos-termos kecilku aku ingin memelukmu..




* ku persembahkan untuk ibuku tersayang


***** Love U Ibu *******



*laksmana:................
.................

1 komentar:

  1. woooww Adri pinter nulis juga ikkkk...wahh aku terharu....jadi terinspirasi mau nulis tentang orang tuaku...wahhh aku kepengen arem arem nya itu Adri......uenaaaak yaaaaa :) salam buat Ibunda :)

    BalasHapus