...beruntunglah diriku yang masih bisa melihat ayahku, bisa mengetahui
tentang kabarnya, meskipun hanya sekedar SMS dengan kata-kata yang
menggunakan ejaan lama, dan aku beryukur akan keadaanku saat ini..
begitu aku membaca setiap kata yang engkau tuliskan, bahwa
kesemuanya itu telah terjadi kepadaku, tanpa aku menyadarinya.
Mungkin karena aku kurang pandai dalam merangkai kata-kata untuk
ayahku, tapi bukanya sikap hormat dan patuh sudah cukup berarti dan
membuat dia bisa sedikit tersenyum di masa senjanya sekarang ini.
Dan dengan kehidupan yang aku jalani saat ini, kehidupan yang aku
rintis untuk bisa hidup mandiri demi masa depan yang semoga lebih
baik untukku, kehidupan yang ayah harapkan dapat terjadi dalam
hidupku di masa kelak..
Aku akui, aku lebih dekat dengan sosok ibuku yang sekarang, mungkin
karena setahu aku selama ini ibu lah yang selalu memberi aku uang
jajan, uang saku dan segala kebutuhanku..hehe".
Tapi hal itu tidak lepas juga dari peran ayahku yang memimpin
keluargaku.
Waktu aku SD kelas 6, aku pengen sekali bisa naek sepeda sepeda
motor, tap sayang sekali, pada saat itu yang kami punyai hanyalah
scooter tahun 1983 warna biru tua..
Scooter itulah yang menjadi kebanggaan ayahku, sering kali dia
bercerita tentang kehebatan Scooter itu, jam terbang yang ayahku lalui
dengan scooter biru itu dari satu kota ke kota lain demi tugas dinas
yang diberi dari kantornya..
Hingga suatu sore sehabis pulang sekolah, aku mengajak kakakku untuk
berputar-putar naek scooter itu, tiba di suatu jalan pemukiman yang
belum selesai pembangunannya, aku mencoba menaiki scooter itu
sendiri..dengan agak susah payah ( karena berat scooter lebih berat dari
badanku ), coba bayangkan anak SD kelas 6 naek scooter hehehe...
finally, aku berhasil menaiki scooter itu dan berjalan dengan lancar..tapi
ketika sudah sampai di ujung jalan aspal pemukiman, aku tidak bisa
berbelok kembali ke jalan awal aku tadi memulai..,aku terjatuh!
Tapi aku sempet melompat sehingga aku tidak luka sedikitpun, tapi
sayang sungguh sayang, scooter ayahku lecet di bagian samping, dan oli
sedikit keluar dari bagian mesin.
Wuihh, takutnya bukan main saat itu. Bagaimana jika ayah melihat kalau
Scooter kesayangannya terberet dan sudah tidak semulus awalnya...
Sesampainya di rumah, aku tidak berani berkata langsung kepada
ayahku, karena aku langsung mandi dan sibuk dengan duniaku sendiri.
Tiba-tiba aku mendengar namaku dipanggil oleh ayah, wah jantungku
deg-degan..apa benar dugaanku?
Benar ternyata, ayahku menanyakan apa yang terjadi dengan Scooter
kesayangannya. Aku bercerita dengan gugup dan takut.
Tapi aku sangat beruntung. Ayah marah dengan caranya sendiri, marah
dengan penuh kasih sayang dan pengertian yang bisa dimengerti oleh
seorang anak yang masih SD kelas 6. Hingga saat ini pun aku masih
bisa jelas mendengar kata-kata yang ayah ucapkan kepadaku saat
itu..dan aku bisa menerima dan mengerti maksud ayah.
Di masa senjanya sekarang ini sebagai seorang pensiunan pegawai
pemerintah, ayahku masih terhitung "segar"di antara teman-teman
seumurannya.
Oiya, aku juga mau bilang sedikit. Tuhan masih memberi kesehatan
yang cukup untuk ayakhu, selama ini jarang sekali aku melihat ayahku
sakit berat, pernah sekali masuk ke rumah sakit itupun karena
kecelakaan yang disebabkan oleh sebuah mobil yang menabraknya
ketika ayahku pulang dari kerja, dan ayakku sempat koma selama 9
jam, dan rawat inap seminggu lebih di rumah sakit.
Untunglah kesemuanya itu telah berlalu.
Di usia ayahku yang hampir 60 tahun lebih, lebih banyak waktu
dihabiskan bersama cucu-cucunya. Sesekali aku SMS ayahku," lagi apa
pak?".Ayahku menjawab."lagi mendengarkan radio.Terima kasih".
Cukup senang aku mendapat balasan SMS dari ayahku.
Pernah juga aku telepon ayahkku."kesibukannya sekarang apa
pak?"Ayahku menjawab:"sekarang jadi tukang ojek Drie."tertawa
sendiri aku mendengar kalimat yang ayahku ucapkan. Karena aku tahu,
di waktu sengangnya ayahku sempatkan pula untuk menjemput salah
satu cucunya dari sekolah hehehehe...(bisa bercanda juga ayahku ini.).
Yang terpenting untuk saat ini dan kedepannya, aku harus bisa menjadi
lebih baik, dengan mengambil sisi baik dari ayahku, dan tak lupa juga
ajaran-ajaran yang diberikan keluargaku hingga aku tiba di waktu dan
tempat ini..
Thanks God.
ps: Berkati teman, sodara, orang lain yang mungkin tidak seberuntung
dengan aku..aku yakin, Engkau punya rencana yang lebih baik untuk
mereka.
waaahh you are lucky Adri, masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk berbakti buat Bapak. Kalau Bapak ku sudah sedo dan aku belum sempat menyenangkan beliau hiks hiks hiksss....di tunggu tulisannya lagi yahhh!! :)))))
BalasHapus