bintanghidupmu

bintanghidupmu

Rabu, 21 Juli 2010

Semua tentang Ayah

...beruntunglah diriku yang masih bisa melihat ayahku, bisa mengetahui

tentang kabarnya, meskipun hanya sekedar SMS dengan kata-kata yang

menggunakan ejaan lama, dan aku beryukur akan keadaanku saat ini..

begitu aku membaca setiap kata yang engkau tuliskan, bahwa

kesemuanya itu telah terjadi kepadaku, tanpa aku menyadarinya.


Mungkin karena aku kurang pandai dalam merangkai kata-kata untuk

ayahku, tapi bukanya sikap hormat dan patuh sudah cukup berarti dan

membuat dia bisa sedikit tersenyum di masa senjanya sekarang ini.


Dan dengan kehidupan yang aku jalani saat ini, kehidupan yang aku

rintis untuk bisa hidup mandiri demi masa depan yang semoga lebih

baik untukku, kehidupan yang ayah harapkan dapat terjadi dalam

hidupku di masa kelak..


Aku akui, aku lebih dekat dengan sosok ibuku yang sekarang, mungkin

karena setahu aku selama ini ibu lah yang selalu memberi aku uang

jajan, uang saku dan segala kebutuhanku..hehe".


Tapi hal itu tidak lepas juga dari peran ayahku yang memimpin

keluargaku.


Waktu aku SD kelas 6, aku pengen sekali bisa naek sepeda sepeda

motor, tap sayang sekali, pada saat itu yang kami punyai hanyalah

scooter tahun 1983 warna biru tua..


Scooter itulah yang menjadi kebanggaan ayahku, sering kali dia

bercerita tentang kehebatan Scooter itu, jam terbang yang ayahku lalui

dengan scooter biru itu dari satu kota ke kota lain demi tugas dinas

yang diberi dari kantornya..


Hingga suatu sore sehabis pulang sekolah, aku mengajak kakakku untuk

berputar-putar naek scooter itu, tiba di suatu jalan pemukiman yang

belum selesai pembangunannya, aku mencoba menaiki scooter itu

sendiri..dengan agak susah payah ( karena berat scooter lebih berat dari

badanku ), coba bayangkan anak SD kelas 6 naek scooter hehehe...
finally, aku berhasil menaiki scooter itu dan berjalan dengan lancar..tapi

ketika sudah sampai di ujung jalan aspal pemukiman, aku tidak bisa

berbelok kembali ke jalan awal aku tadi memulai..,aku terjatuh!

Tapi aku sempet melompat sehingga aku tidak luka sedikitpun, tapi

sayang sungguh sayang, scooter ayahku lecet di bagian samping, dan oli

sedikit keluar dari bagian mesin.


Wuihh, takutnya bukan main saat itu. Bagaimana jika ayah melihat kalau

Scooter kesayangannya terberet dan sudah tidak semulus awalnya...


Sesampainya di rumah, aku tidak berani berkata langsung kepada

ayahku, karena aku langsung mandi dan sibuk dengan duniaku sendiri.

Tiba-tiba aku mendengar namaku dipanggil oleh ayah, wah jantungku

deg-degan..apa benar dugaanku?


Benar ternyata, ayahku menanyakan apa yang terjadi dengan Scooter

kesayangannya. Aku bercerita dengan gugup dan takut.


Tapi aku sangat beruntung. Ayah marah dengan caranya sendiri, marah

dengan penuh kasih sayang dan pengertian yang bisa dimengerti oleh

seorang anak yang masih SD kelas 6. Hingga saat ini pun aku masih

bisa jelas mendengar kata-kata yang ayah ucapkan kepadaku saat

itu..dan aku bisa menerima dan mengerti maksud ayah.


Di masa senjanya sekarang ini sebagai seorang pensiunan pegawai

pemerintah, ayahku masih terhitung "segar"di antara teman-teman

seumurannya.


Oiya, aku juga mau bilang sedikit. Tuhan masih memberi kesehatan

yang cukup untuk ayakhu, selama ini jarang sekali aku melihat ayahku

sakit berat, pernah sekali masuk ke rumah sakit itupun karena

kecelakaan yang disebabkan oleh sebuah mobil yang menabraknya

ketika ayahku pulang dari kerja, dan ayakku sempat koma selama 9

jam, dan rawat inap seminggu lebih di rumah sakit.


Untunglah kesemuanya itu telah berlalu.


Di usia ayahku yang hampir 60 tahun lebih, lebih banyak waktu

dihabiskan bersama cucu-cucunya. Sesekali aku SMS ayahku," lagi apa

pak?".Ayahku menjawab."lagi mendengarkan radio.Terima kasih".

Cukup senang aku mendapat balasan SMS dari ayahku.

Pernah juga aku telepon ayahkku."kesibukannya sekarang apa

pak?"Ayahku menjawab:"sekarang jadi tukang ojek Drie."tertawa

sendiri aku mendengar kalimat yang ayahku ucapkan. Karena aku tahu,

di waktu sengangnya ayahku sempatkan pula untuk menjemput salah

satu cucunya dari sekolah hehehehe...(bisa bercanda juga ayahku ini.).


Yang terpenting untuk saat ini dan kedepannya, aku harus bisa menjadi

lebih baik, dengan mengambil sisi baik dari ayahku, dan tak lupa juga

ajaran-ajaran yang diberikan keluargaku hingga aku tiba di waktu dan

tempat ini..


Thanks God.


ps: Berkati teman, sodara, orang lain yang mungkin tidak seberuntung

dengan aku..aku yakin, Engkau punya rencana yang lebih baik untuk

mereka.

1 komentar:

  1. waaahh you are lucky Adri, masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk berbakti buat Bapak. Kalau Bapak ku sudah sedo dan aku belum sempat menyenangkan beliau hiks hiks hiksss....di tunggu tulisannya lagi yahhh!! :)))))

    BalasHapus